DASAR PEMIKIRAN PROGRAM KERJA
Umum
Bangsa dan negara kita saat ini sedang mengalami cobaan berat, indikasinya
terlihat dari krisis multi dimensi yang bermula dari krisis moneter. Belum
termasuk berbagai masalah yang diakibatkan oleh bencana alam. Berbagai persoalan
ini terkait dengan masalah sosial, ekonomi dan keamanan yang menjadi fokus
pergerakan Lembaga Swadaya Masyarakat
Nasional Pejuang Demokrat.
Sosial, Ekonomi dan Kamtibmas, terefleksi dengan cara masyarakat dalam
memandang wawasan kebangsaaan. Bahwa bila benar – benar kita mencintai Bangsa
dan Negara ini untuk menjaga Aspek kehidupan masyarakat.
Marilah terlebih dahulu kita memahami bagaimana sejarah terbentuknya NKRI
yang merupakan sebuah Negara Besar (nation state) dari masyarakat teradisional
di Archipelago Nusantara. Kita perlu juga merasakan suasana bhatin bapak-bapak
pendiri Bangsa (Founding Fathers) ketika meletakan dasar-dasar negara kita
(ideologi dan konstitusi), mengacu pada karakteristik nusantara. Bahwa sang
kholik/sang pencipta, telah menganugerahi (mentakdirkan) kita sebuah negara
pada geografis, geopolitik yang strategis dan maha luas dengan muatan sumber
daya yang hetrogen (majemuk) serta nuansa kebangsaan yang multikultural.
Memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, dan ratusan juta penduduk yang
terbesar di lebih dari 17 ribu pulau, dan sangat unik dimata dunia.
Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan itu menjadi
suatu hal yang mutlak sebagaiman kita memperjuangkan Pancasila sebagai ideologi
bangsa Indonesia yang sudah final (finished) dengan UUD 1945 sebagai landasan
konstitusional. Karena didalam bingkai NKRI inilah kita dapat menemukan segala
aspek gatra – gatra permanen (trigatra) dan gatra - gatra elastis (pancagatra)
sosial, budaya, politik, hankam, yang sifatnya berfluktuasi dan senantiasa
mentaati upaya-upaya penyempurnaan.
Tantangan dan ancaman yang kita hadapi terkait dengan masalah sosial,
ekonomi hankam dan kamtibmas dari hari ke hari senantiasa berubah – rubah.
Kalau dulu kita menghadapi penjajah kolonial dalam bentuk invasi visik,
sekarang telah berubah dalam bentuk semua yang dapat dikatagorikan sebagai
penjajah gaya baru yaitu neokolonialisme, dimana pihak asing memanfaatkan
berbagai sarana teknologi moderen era cybernetika dan pengaruh kebudayaan
global (globalisasi).
Spektrum ancaman kedaulatan negara dan wilayah menjadi lebih komplek. Mulai
dari ancaman ekonomi, konvensional (militer), seperti perdagangan bebas,
invasi, perang terbuka, sengketa perbatasan dan pemberontakan senjata sampai
ancaman non militer, seperti aksi teror, sindikat narkoba, wacana disintegrasi,
monopoli ekonomi-moneter, konflik horizontal, dan berbagai macam jenis bencana
alam.
Pertanyaan, mengapa negara kita menjadi target neokolonial? Karena kita
merupakan satu dari segelintir negara didunia yang memiliki sumber daya
alam (SDA) yang melimpah dan sumber daya
manusia (SDM) yang besar, dimana dua komponen ini menjadi persyaratan utama
menjadi sebuah bangsa dan negara yang kuat bahkan menjadi adi daya.
Sekarang, setelah sekian tahun Indonesia merdeka, dan era reformasi
berhembus, segala bentuk demokrasi dan kebebasan terancam disalahgunakan.
Reformasi kebablasan, mengakibatkan negeri ini sudah tidak terurus dan tidak
beraturan. Korupsi dan kolusi bersimaharaja, premanisme berkecambah, anarkhi
bahkan pembunuhan menjadi pemandangan yang biasa dilayar kaca. Hidup nyaris
tidak menemukan keadilan, keamanan dan kedamaian. Hukum seperti tidak valid.
Dalam kondisi seperti ini dimana keberadaan Hukum, polisi dan tentara adalah
tiga pilar utama komponen Lembaga
Swadaya Masyarakat Nasional Pejuang Demokrat
Lembaga Swadaya Masyarakat
Nasional Pejuang Demokrat memandang ini sebagai hal yang serius. Kecintaan rakyat terhadap bangsa dan
negara harus direspon dengan jaminan Sosial, Ekonomi, Hukum dan Keamanan dari
Pemerintah dan TNI/POLRI sebagai alat negara. Artinya negara yang besar harus
memiliki pemerintahan yang bersih dan memiliki tentara yang kuat, polisi yang
profesional serta berwibawa. Institusi
ini tidak boleh hanya dijadikan sebagai “alat pemadam kebakaran” yang hanya
dibutuhkan sewaktu – waktu jika terjadi kekacauan, sedangkan masyarakat harus
ikut serta dalam menjaga sosial, ekonomi dan kamtibmas dalam upaya - upaya bela
negara. Itulah hakekat dari sistem pergerakan sosial, ekonomi, dan keamanan.
Fokus Pergerakan Program Kerja
Lembaga Swadaya Masyarakat
Nasional Pejuang Demokrat dalam menjalankan misinya mengacu kepada amanat UUD 1945 mengenai sistem
sosial, Ekonomi dan pertahanan negara
yang kita anut yaitu Sistem pegerakan keadilan dan pertahanan kamtibmas dimana
setiap warga negara berhak dan wajib bela negara.
Lembaga Swadaya Masyarakat
Nasional Pejuang Demokrat berpandangan, bahwa saat ini animo masyarakat relatif menipis terhadap
masalah sosial, ekonomi, hukum dan pertahanan keamanan/kamtibmas, disebabkan
beberapa hal antara lain : sikap tidak peduli (eazy going) ketidakmengertian,
terhadap sistim sosial ekonomi dan pertahanan keamanan, rasa takut untuk
menegakan kebenaran dan keadilan sampai pada tindakan yang dengan sengaja
menginginkan terjadinya situasi yang tidak kondusif bahkan kekacauan.
Lembaga Swadaya Masyarakat
Nasional Pejuang Demokrat lebih fokus mendorong dan melibatkan masyarakat turut serta dalam upaya
keadilan, Hukum HAM dan Kamtibmas dan pencegahan tindakan kejahatan. Bahwa
pencegahan dini dengan melibatkan partisipasi seluruh masyarakat adalah kunci
utama kesuksesan, ini adalah tugas kemanusiaan dan pekerjaan mulia, dimana kita
telah turut serta dalam menggagalkan kecurangan, kejahatan dan menyelamatkan
manusia.
Untuk itu komponen – komponen penting masyarakat pertama harus dilibatkan
seperti tokoh - tokoh masyarakat, pemuka agama dan alim ulama, tokoh pendidik,
aktivis pergerakan, usahawan, dan lain sebagainya.
Namun hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah, karena banyak kendala yang
harus dilalui, terutama kendala piskologis untuk menggerakan sistem dan roda
keadilan serta kamtibmas. Salah satu dari kendala psikologis itu adalah
keberadaan Pemerintah, TNI/Polri yang sudah melekat sebagai “ Brand Name “ dari
ekonomi, sosial, hankam dan kamtibmas, terlanjur tidak well-enfformed dimata
rakyat.sebab itu khususnya pada pemerintahan orde baru yang sangat tidak
menguntungkan, ini dianggap perpanjangan tangan penguasa.
Lembaga Swadaya Masyarakat
Nasional Pejuang Demokrat juga memberikan perhatian kepada masalah perbatasan wilayah NKRI, khususnya
didaerah – daerah terpencil dan pulau – pulau terluar dimana keberadaanya
sering dimanfaatkan oleh beberapa pihak sebagai “lalu lintas” dari berbagai
kegiatan ilegal, seperti : over fishing, illegal fising, penyelundupan –
penyelundupan hasil hutan, kayu glondongan (illegal logging), imigran dan
perdagangan gelap - manusia (trafficking person) perdagangan gelap senjata api,
dan bahan peledak, pencucian uang (
money laundry ) bahkan menjadi pembiakan (embrio) terorisme.
Untuk menjawab semua tantangan ini, dibentuk Lembaga Swadaya Masyarakat Nasional Pejuang Demokrat, yang secara
khusus dikonsep sebagai wahana
keadilan dan penggerak pertahanan serta kamtibmas, khususnya generasi muda yang
akan menegakan pilar pembangunan ekonomi, ketahanan nasional dan mengembalikan
harkat, martabat serta wibawa bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar